
Apa Itu FIFO? Pengertian, Cara Kerja, Contoh, dan Manfaatnya
Ratna Puji Astuti
28 September 2026
Apa itu FIFO? FIFO adalah metode stok dengan prinsip barang yang masuk lebih dulu keluar lebih dulu. Pelajari selengkapnya disini!
Dalam pengelolaan persediaan, jumlah stok bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Urutan kapan barang masuk juga penting, terutama jika produk memiliki masa simpan atau berisiko mengalami penurunan kualitas.
Masalahnya, stok yang lebih dulu masuk justru bisa tertinggal ketika barang baru datang dan ditempatkan di posisi yang lebih mudah diambil. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat membuat barang lama semakin lama tersimpan, sementara stok baru terus berputar.
Salah satu cara untuk mengatasinya adalah menerapkan FIFO (First In, First Out), yaitu memprioritaskan barang yang masuk lebih dahulu untuk keluar lebih dahulu. Lantas, seperti apa penerapan FIFO dalam aktivitas bisnis sehari-hari? Mari pahami cara kerja, contoh, dan manfaatnya agar Anda dapat menentukan pola pengelolaan stok yang sesuai.
Apa Itu FIFO?
FIFO merupakan singkatan dari First In, First Out, yaitu metode persediaan yang menerapkan prinsip barang yang masuk lebih dahulu harus dikeluarkan lebih dahulu. Sederhananya, stok lama mendapatkan prioritas sebelum stok yang baru datang. Contohnya, Anda menerima:
50 unit produk A pada 1 September.
50 unit produk A pada 10 September.
Ketika ada pesanan sebanyak 60 unit, maka 50 unit dari stok 1 September dikeluarkan terlebih dahulu. Setelah itu, kekurangan 10 unit diambil dari stok yang masuk pada 10 September. Dengan pola tersebut, barang yang sudah lebih lama berada di gudang tidak terus tertinggal hanya karena stok baru datang.
Jika ingin memahami pengelolaan persediaan secara lebih menyeluruh, Anda dapat membaca artikel Sistem Manajemen Stok: Fungsi, Manfaat, dan Cara Kerjanya.

Kenapa Urutan Barang Perlu Diperhatikan?
Di dalam gudang, dua produk dengan jenis dan jumlah yang sama belum tentu memiliki kondisi yang sama. Salah satunya bisa sudah disimpan berminggu-minggu, sedangkan lainnya baru tiba kemarin. Karena itu, urutan barang perlu diperhatikan untuk membantu:
Mengurangi risiko stok terlalu lama tersimpan: Barang yang lebih dulu datang mendapatkan prioritas untuk keluar sehingga tidak terus tertinggal.
Menjaga kualitas produk: Untuk barang yang kualitasnya dapat menurun seiring waktu, perputaran stok yang teratur dapat membantu mengurangi risiko penurunan kualitas.
Menghindari penumpukan stok lama: Barang baru yang terus keluar tanpa memperhatikan stok lama dapat membuat sebagian persediaan tidak bergerak.
Mempermudah proses pengambilan barang: Tim gudang memiliki pedoman yang lebih jelas ketika menentukan barang yang harus diproses.
Membantu mengontrol perputaran persediaan: Bisnis dapat lebih mudah mengetahui apakah stok yang sudah lama masuk benar-benar bergerak atau justru tertahan.
Jadi, mengelola stok bukan hanya tentang memastikan angka persediaan tetap tersedia. Cara stok tersebut bergerak juga perlu diperhatikan.
Cara Kerja FIFO dalam Pengelolaan Stok Bisnis
FIFO bekerja dengan menjadikan waktu masuk barang sebagai salah satu dasar untuk menentukan prioritas pengeluaran stok. Berikut cara kerja FIFO yang dapat diterapkan dalam pengelolaan stok:
1. Catat barang saat diterima
Setiap stok yang masuk perlu dicatat berdasarkan jumlah dan tanggal penerimaannya. Untuk bisnis dengan banyak produk atau batch, informasi tambahan seperti nomor batch juga dapat membantu penelusuran.
2. Atur posisi stok berdasarkan urutan
Stok yang lebih lama perlu ditempatkan sedemikian rupa agar mudah diambil terlebih dahulu. Penataan gudang harus mendukung prinsip FIFO, bukan justru membuat barang lama berada di bagian yang sulit dijangkau.
3. Prioritaskan stok lama saat ada pesanan
Ketika pesanan diproses, ambil barang dari stok yang masuk lebih dahulu. Setelah stok tersebut habis, barulah pengambilan beralih ke stok berikutnya.
Dengan tiga langkah tersebut, FIFO dapat membantu menciptakan alur persediaan yang lebih teratur dari barang masuk hingga barang dikirim kepada pelanggan.
Contoh FIFO yang Mudah Dipahami
Agar lebih jelas memahami penggunaan FIFO dalam bisnis, mari gunakan contoh sederhana berikut:
Anda menjalankan bisnis makanan ringan dan memiliki produk keripik yang sama. Pada 5 September, sebanyak 100 bungkus masuk ke gudang. Sepuluh hari kemudian, tepatnya 15 September, Anda menerima lagi 100 bungkus produk yang sama. Pada 20 September, masuk pesanan sebanyak 120 bungkus.
Dengan metode FIFO, pengambilan dilakukan seperti berikut:
100 bungkus dari stok 5 September → 20 bungkus dari stok 15 September.
Setelah pesanan selesai diproses, stok yang tersisa adalah:
Stok 5 September: 0 bungkus
Stok 15 September: 80 bungkus
Dengan begitu, batch yang lebih lama sudah diprioritaskan untuk keluar dan tidak tertinggal ketika stok baru mulai digunakan.
Apa Manfaat FIFO bagi Bisnis?
FIFO mungkin terlihat seperti aturan sederhana di gudang. Namun, penerapannya dapat membantu bisnis menjaga persediaan tetap bergerak dan lebih mudah dikendalikan. Beberapa manfaat FIFO yang dapat diperoleh bisnis antara lain:
Mengurangi risiko barang terlalu lama tersimpan: Stok lama mendapatkan prioritas sehingga kemungkinan tertinggal di gudang dapat ditekan.
Membantu menjaga kualitas produk: Perputaran yang lebih teratur dapat membantu mengurangi risiko penurunan kualitas pada produk tertentu.
Membuat proses picking lebih terarah: Tim gudang memiliki acuan yang jelas ketika menentukan barang yang perlu diambil.
Mengurangi potensi dead stock: Stok yang terlalu lama tidak bergerak berpotensi menjadi barang yang sulit dijual. FIFO membantu menjaga stok lama tetap mendapatkan giliran untuk keluar.
Memudahkan pemantauan persediaan: Jika pencatatan dilakukan dengan baik, bisnis dapat lebih mudah mengetahui umur dan pergerakan stok.
Baca juga: Manajemen Stok: Pengertian, Fungsi, Cara Mengelola, dan Tipsnya.
FIFO Bukan Sekedar Aturan, Tetapi Cara Menjaga Stok Tetap Bergerak
Memahami apa itu FIFO akan lebih berarti ketika konsep tersebut dapat diterapkan dalam aktivitas gudang sehari-hari. Prinsipnya memang sederhana, yaitu barang yang masuk lebih dahulu diprioritaskan untuk keluar lebih dahulu. Namun, penerapannya membutuhkan pencatatan, penataan, dan proses pengambilan barang yang konsisten.
Ketika bisnis masih kecil, pengaturan tersebut mungkin dapat dilakukan secara manual. Tetapi ketika SKU bertambah dan pesanan datang dari berbagai marketplace, mengawasi setiap pergerakan stok secara terpisah bisa menjadi pekerjaan yang semakin memakan waktu.
Master Online dapat menjadi salah satu pilihan bagi bisnis yang sudah mulai menjual melalui banyak marketplace. Melalui satu dashboard, Anda dapat mengelola dan memantau stok dari berbagai channel penjualan sehingga pekerjaan yang sebelumnya harus dilakukan secara terpisah dapat dibuat lebih terpusat.
Ingin melihat bagaimana pengelolaan stok dari berbagai marketplace dapat dilakukan dalam satu sistem? Coba Master Online gratis selama 14 hari atau konsultasikan kebutuhan bisnis Anda melalui WhatsApp Master Online.
Yuk kelola stok dan perputaran barang lebih mudah bersama Master Online sekarang!















































